Tuesday, April 1, 2014

Kasus Akuntansi Internasional

Siapa yang tidak kenal Ahmad Fathanah ?

Mohon maaf ya pak, sekedar sharing dan mengisi jurnal harian saja. Nama bapak saya cantumkan supaya tidak banyak yang bertanya. (re : Ahmad Fathanah)

Menurut saya Kasus suap daging impor sapinya ini merupakan kasus Akuntansi Internasional (Korupsi) dan kecurangan yang dilakukan oleh seseorang sehingga membuat rakyat menjadi sengsara.
Bukan tidak mungkin seluruh media menggembor-gemborkan berita ini hingga saya tertarik untuk membahas kasus ini
Bisa dikatakan kasus Akuntansi Internasional karena hubungannya dengan Impor (definisi : proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lainnya secara legal, umumnya dalam proses perdagangan) lebih gampangnya "pemasokan barang dari luar negri ke daerah pabean Indonesia" artinya terdapat siklus internasional yang terjadi karena melibatkan negara satu dengan negara yang lainya.

Ahmad Fathanah atau dikenal juga sebagai Olong Achmad Fadli Luran, lahir di Makassar Sulawesi Selatan pada Tanggal 15 Januari 1966. Dia adalah seorang pengusaha yang menjadi tersangka dalam kasus suap kuota impor daging sapi tahun 2013 yang juga menyeret Luthfi Hasan Ishaaq sebagai tersangka. Saat dihadirkan di persidangan sebagai saksi, ia mengaku sebagai calo proyek, namun Luthfi Hasan membantah Fathanah pernah memberi bantuan kepada partai. Ahmad Fathanah juga membantah uang Rp1 Miliar yang ditemukan saat penangkapan akan diberikan kepada Luthfi Hasan.

Kasus Ahmad Fathanah semakin mendapat sorotan karena juga melibatkan aliran dana kepada 20 perempuan, selain juga melibatkan persetubuhan berbayar dengan mahasiswi, serta pemberian hadiah mobil, perhiasan, dan uang kepada selebritas.

Artikel Mengenai Kasus
 
BPK Banyak Temukan Pelanggaran Importir Daging Sapi, Termasuk PT Indoguna

Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan pelanggaran terhadap pengadaan daging sapi impor oleh para importir. Pada pemeriksaan lanjutan Oktober sampai Desember 2012, terjadi berbagai modus pelanggaran dalam proses impor daging.

BPK menemukan berbagai pelanggaran dari impor daging sapi sebanyak 22.820 ton oleh 21 importir yang tidak melalui prosedur karantina. Importir tersebut di antaranya CV Sumber Laut Perkasa, PT Bumi Maestro Ayu, dan PT Indoguna Utama. Seperti diketahui PT Indoguna diduga terlibat suap kasus importir daging sapi yang melibatkan politisi PKS.

"Hal tersebut, selain mengakibatkan kesehatan dan kebersihannya diragukan juga mengakibatkan tidak terpungutnya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 2,36 miliar," tutur Ali Masykur Musa kepada wartawan di Kantor Pusat BPK, Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Pelanggaran lainnya, dilakukan oleh PT Karunia Segar Utama, diduga memalsukan 5 Surat Persetujuan Impor (PI) daging. "PT KSU pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2012 telah mengimpor daging dari Australia sebanyak 116 kontainer dengan menggunakan 5 surat PI yang diduga palsu," tambahnya.

Importir lain yang diduga melakukan pelanggaran yakni PT Impexindo Pratama (PT IP) perseroan diduga memalsukan 40 dokumen invoice.

"PT IP pada bulan Februari sampai dengan Mei 2011 mengimpor daging sapi sebanyak 834,78 ton dengan menggunakan 40 PIB (Pemberitahuan Impor Barang). Seluruh invoice (kwitansi pembelian dari pemasok) pada 40 PIB tersebut ternyata dipalsukan oleh PT IP dengan mengubah nilai CIF (Cost, Insurance, and Freight)," paparnya.

Ali menambahkan, BPK juga menemukan modus pelanggaran impor lainnya, seperti yang dilakukan oleh PT Impexindo Pratama. Impexindo pada tahun 2010 mengimpor daging sebanyak 880,5 ton, namun diindikasikan impor itu tanpa Surat Persetujuan Pemasukan (SPP).

Hal lain juga dilakukan oleh PT Karunia Segar Utama dan PT Bumi Maestro. Keduanya diduga mengubah nilai transaksi impor daging sapi agar bisa membayar bea masuk yang lebih rendah.

Dari pemeriksaan lanjutan ini, setidaknya BPK menemukan 9 kejanggalan terkait Program Swasembada Daging Sapi (PSDS) Tahun 2010-2012 mulai dari proses hulu sampai hilir.

Hasil temuan itu terungkap, setelah BPK melakukan pemeriksaan lanjutan pada periode Oktober-Desember 2012 dengan lingkup kegiatan pengendalian dan penatausahaan impor daging sapi di daerah Pabean, Tanjung Priok. Pasca temuan tersebut, BPK mengeluarkan dua macam rekomendasi kepada kementerian terkait dan penegakan hukum.

"Rekomendasi tindak pidana harus diusut utuh. Kedua perusahaan yang tidak prudent dan melanggar aturan maka tidak boleh dimasukan next importir. Itu dua rekomendasi yang kita beri kepada pengambil kebijakan," pungkasnya. 

Sumber :
http://news.detik.com/read/2013/04/10/161007/2216779/10/bpk-banyak-temukan-pelanggaran-importir-daging-sapi-termasuk-pt-indoguna 

Akuntansi Internasional



DEFINISI 
Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antar negara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. 
Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.
Peran akuntansi Internasional untuk memperluas akuntansi umum diantaranya :
  • Analisa komparatif internasional
  • Pengukuran dari isu-isu pelaporan akuntansinya yang unik bagi transaksi-transaksi bisnis multi nasional
  • kebutuhan akuntansi bagi pasar-pasar keuangan internasional 
  • harmonisasi keragaman pelaporan keuangan melalui aktivitas-aktivitas politik,organisasi, profesi dan pembuatan standar

3 Kekuatan Akuntansi Internasional sehingga dapat tumbuh seiring dengan berjalannya akuntansi umum :
  1. Faktor lingkungan (artinya lingkungan mendorong tumbuhnya akuntansi internasional dengan berbagai jenis transaksi yang terjadi)
  2. Internasionalisasi dan disiplin akuntansi (berbagai akuntansi yang diterapkan di setiap lingkup negara merupakan dasar yang kuat sehingga akuntansi internasional dapat berkembang pesat) 
  3. Internasionalisasi dari profesi akuntansi

Tujuan Akuntansi Internasional
  1. Untuk mengembangkan kepentingan umum, serangkaian standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipamahi dan dapat diterapkan yang mewajibkan infromasi yang berkualitas tinggi, transaparan, dan dapat dibandingkan dalam laporan keuangan dan pelaporan keuangan lainnya untuk membantu para partisipan dalam pasar modal dunia dan pengguna lainnya dalam membuat keputusan ekonomi
  2. Untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-standar yang ketat
  3. Untuk membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan standar akuntansi internasional dan standar pelaporan keuangan internasional ke arah solusi berkualitas tinggi
  4. Untuk membantu dan memudahkan bisnis atau usaha antar Negara-negara di dunia.
  5. Membantu perekonomian dunia ke arah yang lebih baik


sumber: http://anitasitindaon.blogspot.com/2012/03/pengertian-akuntansi-internasional.html

Thursday, March 20, 2014

TUGAS AKUNTANSI INTERNASIONAL #1



NAMA : Saskia Fellisca
NPM    : 2A213235
KELAS : 4EB16


1. Akuntansi dapat dianggap memiliki tiga komponen pengukuran, pengungkapan, dan auditing. Apakah keuntungan dan kerugian dari klasifikasi ini? Dapatkah anda menyarankan klasifikasi alternative yang mungkin berguna?
JAWAB :

Komponen
Keuntungan
Kerugian
  1. Pengukuran
Dari pengukuran maka akan didapatkan informasi yang sifatnya kualitatif (dapat diukur/dinilai)
Karena hanya meyajikan pengukuran maka informasi yang diberikan tidak menyeluruh, hanya mencakup profitabilitas dan kekuatan posisi keuangan suatu perusahaan tidak mencakup manajerial untuk pengambilan keputusan
  1. Pengungkapan
Informasi yang diberikan berupa tepat sasaran kepada para pengguna yang diharapkan
Pengungkapan hanya berpusat pada isu-isu, tidak dilengkapi dengan data konkrit, sehingga belum sesuai dengan fakta yang ada
  1. Auditing
Dapat memeriksa laporan keuangan sekaligus evaluasi jika terjadi kecurangan-kecurangan atau ketidakwajaran suatu laporan keuangan dalam suatu perusahaan.

Kurang begitu efektif karena penilaian dari Auditor Internal cenderung menutupi kecurangan, dan Audit External membutuhkan uang yang besar untuk jasa auditnya



  •  Saran klasifikasi alternatif yang berguna

Menurut saya Klasifikasi Auditing yang paling berguna, selain evaluasi dilakukan oleh pihak internal, juga dilakukan oleh Audit external. Sehingga laporan yang dibuat independen dan tidak memihak peusahaan tersebut.

2. Mengapa masalah – masalah akuntansi internasional semakin penting dan rumit dalam tahun tahun belakangan ini ?
  JAWAB :
Karena jaman globalisasi kita dituntut untuk lebih peduli terhadap suatu kegiatan atau praktik akuntansi internasional, maka tidak asing jika pada saat ini sering kita jumpai beberapa prinsip/budaya Akuntansi internasional yang kita adaptasi untuk kegiatan akuntansi suatu perusahaan. 
Tahun-tahun belakangan ini akuntansi internasional semakin rumit karena terdapat perbedaan-perbedaan dalam budaya, praktik bisnis, struktur politik dan perundang-undangan, sistem hukum, nilai mata uang, tingkat inflasi lokal, resiko bisnis dan hukum pajak yang berlaku di setiap Negara.

3. Apakah tujuan melakukan klasifikasi sistem akuntansi?
JAWAB :

Klasifikasi sistem akuntansi yaitu pengelompokkan sistem akuntansi keuangan menurut karekteristik khususnya klasifikasi yang mengungkapkan standar dasar dimana anggota-anggota kelompok memiliki kesamaan dan yang membedakan kelompok-kelompok yang beraneka ragam satu sama lain. Maka dengan mengenali kesamaan dan perbedaan tersebut, tujuannya dapat dijadikan pembanding untuk pemahaman sistem akuntansi akan lebih baik. 

4. Apakah perbedaan nasional dalam praktek akuntansi dapat dijelaskan lebih baik oleh faktor  budaya atau oleh faktor ekonomi dan hukum? Mengapa? 
JAWAB :

Budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variabel budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu negara (seperti sistem hukum). Hofstede mendasari empat dimensi budaya nasional (nilai sosial) yaitu: Individualisme, Jarak kekuasaan, Penghindaran ketidakpastian, dan  Maskulinitas. 
Berdasarkan hasil analisis Hofstede, Gray mengusulkan suatu kerangka kerja yang menghubungkan budaya dan akuntansi, Ia mengusulkan empat dimensi nilai akuntansi yang mempengaruhi praktik pelaporan keuangan suatu negara, yaitu :

1. Profesionalisme versus ketetapan wajib pengendalian : preferensi terhadap pertimbangan profesional individu dan regulasi sendiri kalangan profesional dibandingkan terhadap kepatuhan dengan ketentuan hukum yang telah ditentukan.
2. Keseragaman versus fleksibilitas : preferensi terhadap keseragaman dan konsistensi dibandingkan fleksibilitas dalam bereaksi terhadap suatu keadaan tertentu.
3. Konservatisme versus optimisme : suatu preferensi dalam memilih pendekatan yang lebih bijak untuk mengukur dan mengatasi segala ketidakpastian di masa depan, daripada memilih pendekatan yang sekadar optimis namun beresiko.
4. Kerahasiaan versus transparansi : preferensi atas kerahasiaan dan pembatasan informasi usaha menurut dasar kebutuhan untuk tahu dibandingkan dengan kesediaan untuk mengungkapkan informasi kepada publik.

5. Dikebanyakan negara, standar akuntansi keuangan yang diterbitkan berbeda dengan yang digunakan dalam praktek. Apa penyebab timbulnya perbedaan tersebut dan siapa yang harus memperhatikan perbedaan tersebut ?
JAWAB : 
Adanya sector swasta dan public yang menyebabkan timbulnya perbedaan praktik Akuntansi. Penetapan standar akuntansi dan beberapa transaksi yang berbeda juga menjadi alasan. Yang harus memperhatikan perbedaan ini adalah Asosiasi Akuntansi Internasional agar praktek yang dilakukan oleh Negara-negara di dunia menjadi satu kesatuan di dunia global.


Friday, April 15, 2011

Analisis Rasio Laporan Keuangan Bank CIMB Niaga terhadap Camels



Nilai Rasio CAMEL dihitung dengan 7 indikator, yaitu:

a. CAR. Dirumuskan :

CAR = Total Modal / Total ATMR

Pada laporan tersebut CAR mengalami perubahan yang signifikan tiap tahunnya, pada tahun 2007 rasio CAR besar (18,44), namun pada tahun 2008 dan 2009 mengalami penurunan (15,28) (15,27). Karena CAR ini merupakan cerminan dari seberapa besar jumlah aktiva yang memiliki resiko yang dibiayai oleh modal selain dana bank, sehingga dapat dikatakan bank CIMB Niaga tidak mampu mepertahankan sejumlah aktiva yang memiliki resiko.

b. Rasio Aktiva Tetap terhadap Modal. Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

ATTM = (Aktiva Tetap + Inventoris)/ Modal

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam menentukan besarnya aktiva tetap dan inventaris yang dimiliki bank yang bersangkutan terhadap modal. Pada data tahun 2007 (10,3) dan 2008 (9,94) 2009 (20,43) ini artinya pada tahun 2008 bank mampu menurunkan rasio, tetapi pada tahun berikutnya bank tidak lagi mampu menurunkan, artinya Semakin tinggi rasio ini artinya modal yang dimiliki bank kurang mencukupi dalam menunjang aktiva tetap dan inventaris sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah akan semakin besar.

c. ROA (Return on Assets)

Rasio ini dirumuskan sebagai berikut (SE BI No 3/30DPNP tanggal 14 Desember 2001):

ROA = Laba Sebelum Pajak/Rata-Rata Aktiva

2007 > 2008 > 2009 yaitu 2,51 > 2,07 > 1,9. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam memperoleh keuntungan (laba sebelum pajak) yang dihasilkan dari rata-rata total aset lembaga keuangan yang bersangkutan. Semakin besar ROA, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai lembaga keuangan sehingga kemungkinan suatu lembaga keuangan dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Namun rasio bank Niaga tersebut belum mampu menaikkan rasio ROA nya, sehingga dapat dikatakan keuntungan pun menurun.

d. ROE (Return on Equity)

Rasio ini dirumuskan sebagi berikut (SE BI No 3/30DPNP tanggal 14 Desember 2001):

ROE = Laba Stelah Pajak / Ekuitas

Rasio ini digunakan untuk mengukur kinerja manajemen lembaga keuangan dalam mengelolah modal yang tersedia untuk menghasilkan laba setelah pajak. Semakin besar ROE, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai lembaga keuangan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Namun bank Niaga masih mengalami penurunan yakni 18,3 di tahun 2007, 17,35 ditahun 2008 dan 14,46 di tahun 2009.

e. NIM (Net Interest Margin)

Rasio ini dirumuskan sebagai berikut (SE BI No 3/30DPNP tanggal 14 Desember 2001):

NIM = Pendapatan Bunga Bersih/Aktiva Produktif

Rasio NIM pada data diatas mengalami penurunan sebesar 1 % di tahun 2008 namun kembali stabil menjadi 6,3 di tahun 2009. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengelola aktiva produktifnya untuk menghasilkan pendapatan bunga bersih. Pendapatan bunga bersih diperoleh dari pendapatan bunga dikurangi beban bunga. Semakin besar rasio ini maka meningkatnya pendapatan bunga atas aktiva produktif yang dikelola bank. Ini membuktikan saat bank mengalami penurunan rasio NIM namun berhasil menstabilkannya lagi.

f.BOPO (Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional)

digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional. Semakin kecil rasio ini berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan lembaga keuangan yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu lembaga keuangan dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Pada tahun 2007 rasio BOPO 83,37 namun naik menjadi 85,99 ini membuktikan pengendalian yang kurang baik antara biaya operasional dengan pendapatan operasionalnya karena rasio naik, namun pada tahun berikutnya 2009 rasio BOPO kembali turun dengan persentasi 83,48

g. LDR (Loan to Deposit Ratio)

Rasio ini dapat dirumuskan sebagai berikut (SE BI No 3/30DPNP tanggal 14 Desember 2001):

LDR = Total Kredit / Total Dana Pihak Ketiga

Di tahun 2007 (95,23) 2008 (93,73) dan 2009 (87,23). Rasio ini digunakan untuk menilai likuiditas suatu bank yang dengan cara membagi jumlah kredit yang diberikan oleh bank terhadap dana pihak ketiga. Semakin tinggi rasio ini, semakin rendahnya kemampuan likuiditas bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah akan semakin besar.

Sehingga berdasarkan data tersebut tingkat likuiditas bank CIMB Niaga baik karena mampu menurunkan rasio likuiditasnya, penurunan ini mengakibatkan naiknya kemampuan bank dalam hal kredit dan dana dari pihak ketiga.

Berdasarkan seluruh hasil analisis CAMEL terhadap rasio Laporan Keuangan Bank CIMB Niaga, maka dapat diambil kesimpulan bahwa bank Niaga banyak mengalami penurunan, karena 5 dari 7 analisis menggambarkan penurunan dari tahun ke tahunnya. Hanya saja pada rasio likuditas yang mengalami kemajuan, sehingga Bank CIMB Niaga harus meningkatkan lagi kinerja perusahaannya.