Friday, March 20, 2015

Sistem Ekonomi di Dunia dan Perkembangan Sistem Perekonomian di Indonesia


Sistem
 ekonomi yang pertama kali muncul dan dikenal di dunia adalah sistem ekonomi tradisional. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman sistem ekonomi tradisional mulai ditinggalkan oleh banyak negara-negara di dunia. Saat ini dikenal tiga macam sistem ekonomi yang digunakan oleh negara-negara di dunia, yaitu  Sistem Ekonomi Liberal, Sistem Ekonomi Sosialis, dan Sistem Ekonomi Campuran. 

Berikut pembahasannya :

I.                    Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi Liberal dikenal juga dengan sistem ekonomi pasar. Sistem ekonomi ini memberikan kebebasan sepenuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada masing-masing individu untuk memperoleh hasil yang ingin dicapainya. 

Pada sistem ekonomi liberal, pengelolaan perekonomian sepenuhnya diatur oleh kekuatan pasar, yakni kekuatan permintaan dan penawaran. Artinya individu atau swasta diberi wewenang penuh dalam mengelola perekonomiannya. Wewenang pemerintah dalam hal ini terbatas, mencakup keselamatan dan kelangsungan hidup warga negara. Contohnya larangan memproduksi obat bius dan obat-obatan terlarang lainnya. Terdapat kebebasan individu yang besar dalam melakukan kegiatan ekonominya. 

Yang menjadi latar belakang munculnya sistem ekonomi liberal ini adalah paham yang berpendapat bahwa manusia dilahirkan ke dunia disertai segala macam hak dan kebebasan berupa hak dan kebebasan untuk berproduksi, distribusi, dan konsumsi.

Pencetus sistem ekonomi liberal adalah Adam Smith. Di dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nation (1776), Adam Smith mengatakan bahwa “kemakmuran suatu negara akan terwujud bila setiap individu diberikan kebebasan yang seluas-luasnya untuk mencapai kemakmuran, sehingga kehidupan ekonomi dapat berjalan secara bebas sesuai dengan mekanisme pasar. 

Sistem perekonomian ini dianut oleh sebagian besar negara-negara di dunia, terutama di negara-negara Eropa Barat, Amerika, Kanada, dan Australia. 

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Liberal
a. Bebas memiliki alat-alat dan sumber-sumber produksi, baik perorangan maupun kelompok
b. Hak milik perorangan dijamin sepenuhnya
c. Kegiatan ekonomi sebagian besar dilakukan oleh swasta
d. Campur tangan pemerintah sangat sedikit atau terbatas
e. Modal mempunyai peran yang terpenting dalam kegiatan ekonomi
f. Bebas bersaing dengan cara apa pun
g. Didorong oleh motif memperoleh laba sebesar-besarnya 

Kelebihan dari sistem ekonomi liberal :
a. Setiap individu diberi kebebesan dan kesempatan untuk berusaha
b. Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi
c. Setiap individu bebas memilih bidang usaha yang disukainya
d. Persaingan dapat menyebabkan adanya dorongan untuk maju
e. Produksi barang dan jasa berdasarkan kepada kebutuhan pasar, yaitu kebutuhan masyarakat. 

Kekurangan sistem ekonomi liberal : 
a. Kebebasan berusaha menyebabkan adanya kelompok yang sangat dominan, sementara ada kelompok yang lemah
b. Menimbulkan monopoli yang merugikan masyarakat
c. Menimbulkan penindasan (eksploitasi) terhadap manusia karena mengejar keuntungan atau laba yang sebesar-besarnya
d. Tidak ada pemerataan pendapatan karena setiap individu berlomba-lomba mencari keuntungan. 

II.                  Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis ini dicetuskan oleh Karl Marx, yang berawal dari penolakannya terhadap sistem ekonomi liberal yang telah diutarakan oleh Adam Smith. Dia berpendapat selama tuan tanah atau pemilik modal diberikan kekuasaan dalam mengelola ekonomi maka kemakmuran dan kesejahteraan rakyat tidak akan pernah tercapai, justru akan terjadi perbudakan dan akan memunculkan kelas-kelas di dalam masyarakat. Oleh karena itu Karl Marx merancang sistem ekonomi sosialis untuk mematahkan paham ekonomi liberal. 

Sistem ekonomi sosialis disebut juga sistem ekonomi terpusat, karena semua pengelolaan perekonomian sepenuhnya diatur oleh pemerintah. Jadi yang dimaksud dengan sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh sumber daya dan pengolahannya direncanakan dan dikendalikan oleh pemerintah. 

Sistem perekonomian sosialis merupakan sistem perekonomian yang menghendaki kemakmuran masyarakat secara merata dan tidak adanya penindasan ekonomi. Untuk mewujudkan kemakmuran yang merata pemerintah harus ikut campur dalam perekonomian. Tetapi akibat sangat besarnya campur tangan pemerintah, mengakibatkan potensi dan daya kreasi masyarakat akan mati dan tidak adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan ekonomi. 

Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis adalah negara-negara yang berideologi atau berpaham komunis seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, RRC dan negara komunis lainnya. 

Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis sebagai berikut :
a. Seluruh sumber daya dikuasai oleh negara
b. Produksi dilakukan untuk kebutuhan masyarakat
c. Kegiatan ekonomi direncanakan oleh negara dan diatur oleh pemerintah secara terpusat
d. Hak milik individu tidak diakui 

Kelebihan Sistem Ekonomi Sosialis :
a. Semua kegiatan dan masalah ekonomi dikendalikan pemerintah sehingga pemerintah mudah melakukan pengawasan terhadap jalannya perekonomian.
b. Tidak ada kesenjangan ekonomi antara si kaya dan si miskin, karena distribusi pemerintah dapat dilakukan dengan merata.
c. Pemerintah bisa lebih mudah melakukan pengaturan terhadap barang dan jasa yang akan diproduksi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
d. Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga. 

Kekurangan Sistem Ekonomi Sosialis :
a. hak milik pribadi tidak diakui,
b. potensi inisiatif dan daya kreasi masyarakat tidak berkembang,
c. segala kebijakan pemerintah harus dilakukan oleh rakyat dan pemerintah bersifat paternalisme. 

III.                Sistem Ekonomi Campuran
Kegagalan sistem ekonomi sosialis dan liberal membuat kenyataan pada waktu sekarang ini tak ada satu pun negara yang secara ekstrim menerapkan sistem ekonomi tertentu (baik liberal atau sosialis). Banyak negara yang menganut lebih dari satu sistem ekonomi atau menganut sistem ekonomi campuran. Sistem Ekomoni campuran muncul sebagai upaya untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dari sistem-sistem ekonomi sebelumnya. 

Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang berusaha mengurangi kelemahan- kelemahan yang timbul dalam sistem ekonomi terpusat dan sistem ekonomi pasar. Dalam sistem ekonomi campuran pemerintah bekerja sama dengan pihak swasta dalam menjalankan kegiatan perekonomian. 

Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan. Adanya campur tangan dari pemerintah bertujuan untuk menghindari akibat-akibat yang kurang menguntungkan dari sistem liberal, antara lain terjadinya monopoli dari golongan-golongan masyarakat tertentu terhadap sumber daya ekonomi. 

Sistem ekonomi campuran banyak diterapkan di negara-negara yang sedang berkembang, seperti Malaysia, India, Filipina, Mesir, dan Maroko. 

Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai sistem ekonomi campuran, berikut ini ciri-ciri dari sistem ekonami campuran. 

a. Sumber-sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah.
b. Pemerintah menyusun peraturan, perencanaan, dan menetapkan kebijaksanaan -kebijaksanaan di bidang ekonomi.
c. Swasta diberi kebebasan di bidang-bidang ekonomi dalam batas kebijaksanaan ekonomi yang ditetapkan pemerintah.
d. Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
e. Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
f. Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar. 

Dengan demikian, dalam sistem perekonomian campuran ada bidang-bidang yang ditangani swasta dan ada bidang-bidang yang ditangani pemerintah. 

Sama halnya dengan sistem ekonomi lainnya, sistem ekonomi campuran juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Akan tetapi, kelebihan dan kekurangannya tergantung kepada setiap negara dalam mengatur sistem perekonomiannya tersebut.


Perkembangan sistem perekonomian Indonesia

A.      Perkembangan sistem perekonomian pada masa penjajahan
Saat masih dalam penjajahan, perekonomian Indonesia dikuasai oleh negara asing (penjajah). Saat masa penjajahan Belanda, VOC didirikan untuk memonopoli perdagangan di Indonesia. VOC memiliki Hak Octrooi, yang berisi :
1.      Hak mencetak uang
2.      Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai
3.      Hak menyatakan perang dan damai
4.      Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri
5.      Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja
Oleh karena itu, pada saat Belanda menjajah Indonesia, perekonomian Indonesia dikuasai Belanda sepenuhnya.

B. Perkembangan  Perekonomian Indonesia masa orde lama (1945-1966)
         Pada awal kemerdekaan, pembangunan ekonomi Indonesia mengarah perubahan struktur ekonomi kolonial menjadi ekonomi nasional, yang bertujuan untuk memajukan industri kecil untuk memproduksi barang pengganti impor yang pada akhirnya diharapkan mengurangi tingkat ketergantungan terhadap luar negeri.  Sistem moneter tentang perbankan khususnya bank sentral masih berjalan seperti wajarnya. Hal ini dibuktikan dengan adanya hak ekslusif untuk mencetak uang dan memegang tanggung jawab perbankan untuk memelihara stabilitas nasional. Bank Indonesia mampu menjaga tingkat kebebasan dari pengambilan keputusan politik. Sejak tahun 1955, pembangunan ekonomi mulai meramba ke proyek-proyek besar. Hal ini dikuatkan dengan keluarnya kebijakan Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun (1961). Kebijakan ini berisi rencana pendirian proyek-proyek besar dan beberapa proyek kecil untuk mendukung proyek besar tersebut. Rencana ini mencakup sektor- sektor penting dan menggunakan perhitungan modern. Namun sayangnya Rencana Pembangunan Semesta Delapan Tahun ini tidak berjalan atau dapat dikatakan gagal karena beberapa sebab seperti adanya kekurangan devisa untuk menyuplai modal serta kurangnya tenaga ahli. Perekonomian Indonesia pada masa ini mengalami penurunan atau memburuk.
Terjadinya pengeluaran besar-besaran yang bukan ditujukan untuk pembangunan dan pertumnbuhan ekonomi melainkan berupa pengeluaran militer untuk biaya konfrontasi Irian Barat, impor beras, proyek mercusuar, dan dana bebas (dana revolusi) untuk membalas jasa teman-teman dekat dari rezim yang berkuasa. Perekonomian juga diperparah dengan terjadinya tingginya inflasi yang mencapai 650%. Selain itu Indonesia mulai dikucilkan dalam pergaulan internasional dan mulai dekat dengan negara-negara komunis.

C. Perkembangan Ekonomi Indonesia pada Masa Orde Baru 
       Pembangunan nasonal telah di renanakan meliputi pembangunan jangka panjang, pembangunan jangka menengah, dan pembangunan jangka pendek. Pembangunan jangka panjang tahap I (PJPT I) berlangsung selama 25 tahun.PJPT I terdiri atas lima tahapan jangka menengah.Setiap tahapan jangka menengah waktunya lima tahun yang di kenal dengan nama pembangunan lima tahun(pelita).Setiap pelita di bagi menjadi lima tahapan jangka pendek,yaitu satu tahunan yang di kenal sebagai pelita tahun pertama,dan seterusnya sampai pelita tahun ke lima.Pemerintah orde baru mulai melaksanakan rencana pembangunan lima tahun sejak 1 April 1969 melalui tahapan tahapan pelita. Perkembangan perekonomian Indomesia pada masing-masing pelita adalah sebagai berikut :

PELITA I 
Pelita I dimulai 1 April 1969-31 Maret 1947.Pelita ini menekan pada rehabilitasi ekonomi,khususnya mengangkat hasil pertanian dan penyempurnaan system irigasi dan transportasi. Hampir selruh target di sektor produksi berhasil di capai, bahkan produksi beras meningkat 25%. Tujuan pelita I adalah menaikan taraf hidup rakyat dan sekaligus meletakan dasar-dasar yang kuat bagi pembangunan nasional dalam tahap-tahap berikutnya.

PELITA II 
Pelita II berlangsung pada tangggal 1 April 1974-31 Maret 1979.Pelita II menekankan pada peningkatan standar hidup bangsa Indonesia.Tujuan tersebut di wujudkan dengan menyediakan pangan, sandang, dan papan yang lebih baik, meningkatkan pemerataan kesejahteraan dan menyediakan lapangan kerja.

PELITA III 
Pelita III di mulai tanggal 1 April 1979-31 Maret 1989.Pelita ini menekankan pada sector pertanian untuk mencapai swasemada pangan pangan dan pemantapan indystri yang mengolah bahan dasar atau bahan baku menjadi bahan jadi.Pelita II menungkat 274% di banding pelita sebelumnya. Penduduk yang hidup d bawah garis kemiskinan tinggal 26,9 % dari jumlah penduduk tahun 1980.

PELITA IV
Pelita IV di mulai 1 April 1984-31 Maret 1989. Pelita ini menekankan pada sector pertanian untuk mempertahankan swasembada pangan sekaligus meningkatakan industri yang dapat memproduksi mesin-mesin untuk insustri ringan maupun berat. Penduuduk yang hidup di bawah garis kemiskinan tinggal 16,4% dari jumlah penduduk tahun 1987.

PELITA V 
Pelita V di mulai tanggal 1 April 1989-31 Maret 1994. Pelita ini menekankan pada sector industri yang di dukung oleh pertumbuhan yang mantap di sector pertanian.

PELITA VI 
Pelita VI di mulai 1 April 1994-31 Maret 1999.Pelita VI maerupakan awal pembangunan Jangka Panjang Tahap Kedua (PJPT II). Pada tahap ini bangsa Indonesia memasuki proses Tinggal Landas menuju Terwujudnya masyarakat maju, adil dan mandiri. Pelita VI menitikberatkan pada bidang ekonomi dengan keterkaitan antara industri dan pertanian serta bidang pembangunan lainnya guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


D. Perkembangan Perekonomian Indonesia Pada Masa Orde Reformasi
Pemerintahan presiden BJ Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan perubahan-perubahan yang cukup tajam dalam bidang ekonomi. Kebijakan-kebijakannya diutamakan untuk mengendalikan stabilitas politik. Pada masa kepemimpinan presiden Abdurrahman Wahid belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari keterpurukan. Padahal ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan orde baru harus dihadapi antara lain masalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), pemulihan ekonomi, kinerja BUMN, pengendalian inflasi, dan mempertahankan kurs rupiah. Akibatnya, kedudukannya digantikan oleh presiden Megawati sebagai presiden wanita pertama di Indonesia.

E. Perkembangan Perekonomian Indonesia saat ini
Masa Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kebijakan kontroversial pertama presiden Yudhoyono adalah mengurangi subsidi BBM, dengan kata lain menaikkan harga BBM. Kebijakan ini dilatar belakangi oleh naiknya harga minyak dunia. Anggaran subsidi BBM dialihkan ke subsidi sektor pendidikan dan kesehatan serta bidang – bidang yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan kontroversial kedua, yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi masyarakat miskin. Kebanyakan BLT tidak sampai ke tangan yang berhak dan pembagiannya menimbulkan berbagai masalah sosial, seperti ribut saat mengantri yang bahkan berujung pada hilangnya nyawa seseorang. Kebijakan yang ditempuh untuk meningkatkan pendapatan perkapita adalah mengandalkan pembangunan infrastruktur masal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengundang investor asing dengan janji memperbaiki iklim investasi.
Masa pemerintahan Joko Widodo. Masa ini pun tak heran banyak menuai beberapa pro dan kontra setelah pelantikannya sebagai Presiden republik Indonesia 20 Oktober 2014 yang lalu. Mulai dari pemilihan kabinet atau para menteri yang disebut sebagai “Kabinet Kerja” dengan latar belakang pendidikan yang tidak se-elit para menteri pada umumnya, sampai beberapa kebijakan yang dianggap pencitraan bagi masyarakat yang tidak mendukungnya.
Pada masa ini perekonomian Indonesia mulai bergejolak ke arah yang lebih baik lagi. Data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2014 mencapai angka terendah selama lima tahun terakhir. Menurut BPS, tahun 2014 pertumbuhan ekonomi sekitar 5,01 persen (dengan basis perbandingan tahun 2010). Padahal pemerintah menargetkan pertumbuhan sebesar 5,5 persen. Pemerintahan Jokowi berharap, situasi ini bisa lebih membaik lagi tahun 2015, setelah beberapa langkah dilakukan untuk membangkitkan kembali perekonomian.
Para pengamat juga memuji beberapa langkah pemerintah, seperti pemotongan subsidi bahan bakar. Tapi Indonesia masih harus melakukan reformasi mendasar. Dan ada satu masalah besar yaitu praktek korupsi yang sudah meluas ke hampir seluruh institusi negara. Bahkan calon Kapolri pun, Jendral Budi Gunawan, sekarang ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka korupsi.
Jokowi sudah melaksanakan beberapa langkah sensitif yang sangat penting. Ia memotong subsidi BBM lebih dari 30 persen dan berharap bisa menghemat anggaran negara sampai 100 triliun milyar untuk tahun depan. Beberapa pejabat penting yang akan membantunya membenahi perekonomian, seperti Amien Sunaryadi dan Faisal Basri yang akan mengawasi pengelolaan minyak dan gas. Kedua orang itu dikenal luas sebagai pengamat dan aktivis anti-korupsi.

Kesimpulan akan beberapa paparan diatas adalah apapun sistem perekonomian yang digunakan di dunia yang terpenting adalah pelaku-pelaku ekonomi di dunia tersebut, saat ini Indonesia sudah mulai mengalami perubahan yang sangan besar dalam ekonomi, Khususnya peran di kancah internasional maupun pembanguan infrastruktur dalam negeri. Besar harapan negara untuk memajukan perekonomian di Indonesia dapat dilihat dari beberapa kebijakan baru yang akan terus mengubah Indonesia mengalami perubahan yang lebih besar. Menurut saya perekonomian yang baik adalah, tidak adanya kemiskinan, semua rakyat sejahtera, bekerja tanpa paksaan dan tuntutan dan menjadi negara yang adil dan makmur bagi seluruh rakyatnya.



Friday, January 23, 2015

Tugas 7 Ekonomi Koperasi

Perkembangan Koperasi di Indonesia


Perkembangan koperasi di Indonesia dimulai sejak tahun 1896 (Ahmed 1964, h. 57) selanjutnya berkembang dari waktu ke waktu sampai sekarang. Perkembangan koperasi di Indonesia mengalami pasang naik dan turun dengan titik berat lingkup kegiatan usaha secara menyeluruh yang berbeda-beda. Pertumbuhan koperasi pertama di Indonesia menekankan pada kegiatan simpan-pinjam (Soedjono 1983, h.7). Perkembangan koperasi dari berbagai jenis kegiatan usaha tersebut selanjutnya menuju kepada suatu bentuk koperasi yang memiliki beberapa jenis kegiatan usaha. 

Perkembangan selanjutnya oleh Boedi Oetomo tahun 1908, menganjurkan berdirinya koperasi adalah untuk keperluan rumah tangga. Demikian pula Serikat Islam yang didirikan tahun 1911 juga mengembangkan koperasi yang bergerak di bidang kebutuhan sehari-hari,  dengan cara membuka toko-toko koperasi. Perkembangan yang pesat dibidang koperasi di Indonesia yang menyatu dengan kekuatan sosial dan politik menimbulkan kecurigaan Pemerintah Hindia Belanda.  

DR. J.H. Boeke yang dahulu sebagai “Komisi Koperasi” tahun 1920 ditunjuk sebagai Kepala Jawatan Koperasi yang pertama. Pada akhir tahun 1930 didirikan Jawatan KoperasiSelanjutnya pada tahun 1933 diterbitkan Peraturan Perkoperasian dalam bentuk Gouvernmentsbesluit nomor 21 yang dimuat di dalam Staatsblad nomor 108/1933 yang menggantikan Koninklijke Besluit nomor 431 tahun 191(Djojohadikoesoemo, 1940, h 10)Peraturan Perkoperasian 1933 ini diperuntukkan bagi orang-orang Eropa dan golongan Timur Asing. Dengan demikian di Indonesia pada waktu itu berlaku 2 Peraturan Perkoperasian, peraturan tersebut yaitu Peraturan Perkoperasian tahun 1927 yang diperuntukan bagi golongan Bumi Putera dan Peraturan Perkoperasian tahun 1933 yang berlaku bagi golongan Eropa dan Timur Asing.

Daftar Pustaka

Baswir, Revrisond. 1997. Koperasi Indonesia. Yogyakarta : BPFE
Yutis Thoby. 1994. Pengembangan Koperasi Kumpulan Karangan. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana


Tugas 6 Ekonomi Koperasi

Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi

Definisi sisa hasil usaha (SHU) adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dari satu tahun buku, dikurangi biaya-biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam satu tahun buku. Sisa hasil usaha itu dibagikan kepada setiap anggota sesuai partisipasi modal dan transaksi anggota tersebut. Semakin besar modal dan transaksi anggota koperasi, maka akan semakin besar SHU yang akan diterima.
Menurut Undang-undang No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 "Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan". Atas kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa pemilik modal yang besar belum tentu mendapatkan SHU yang besar, melainkan dilihat juga dari transaksi dan jasa usahanya, sehingga asas koperasi dapat diwujudkan.
Dalam prinsip-prinsip pembagian SHU disebutkan bahwa, sisa hasil usaha yang diterima oleh anggota berasal dari dua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota itu sendiri. Kegiata ekonomi tersebut adalah jasa modal dan jasa usaha. Jasa modal adalah pembagian SHU dari sisi anggota sebagai investor atau pemilik modal, sedangkan jasa usaha adalah pembagian SHU dari sisi anggota sebagai pelanggan ata pemakai dana.
Daftar Pustaka 
Hendrojogi. 1998. Koperasi Asas-asas Teori dan Praktek. Jakarta : Raja Grafindo Perkasa

Thursday, January 22, 2015

Tugas 5 Ekonomi Koperasi

Rapat Anggota Koperasi


    Rapat Anggota merupakan syarat bagi badan usaha koperasi. Pelaksanaan Rapat Anggota diatur oleh ketetapan UU Koperasi No 25/1992. Rapat Anggota ini sudah menjadi rutinitas setiap tahun. Rapat anggota ini dihadiri oleh anggota koperasi. Untuk menyatakan pendapat,  anggota menyampaikan lewat tulisan sebagaimana tercantum dalam berita acara, tetapi terbuka jika ada yang ingin bertanya secara lisan.
    Rapat Anggota Tahunan biasanya membahas Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus dan Pengawas. Karena dalam forum itu pengurus harus mempertanggung jawabkan hasil kerjanya selama satu tahun. Biasanya pengurus menjelaskan tentang pengelolaan koperasinya, sedangkan pengawas menyampaikan temuan atau saran dan masukan atas kegiatan koperasi tersebut. Rapat anggota juga membahas rencana kerja dan anggaran (RAPB).

Tugas 4 Ekonomi Koperasi

Koperasi Sukses

Kesuksesan koperasi itu dapat diraih dengan menjalankan prinsip-prinsip dan tujuan umum koperasi. Sebuah koperasi dikatakan sukses jika mampu mensejahterakan anggotanya. Untuk kesejahteraan itu, koperasi harus dapat melengkapi kebutuhan anggota mereka. Kebutuhan anggota itu seperti meminjam dana untuk usaha, membeli kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan mampu memberikan sisa hasil usaha dari keikutsertaan anggota. Jika koperasi dapat melakukan hal-hal tersebut maka koperasi memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai sukses.

Koperasi sukses dapat meningkatkan SDM dengan kualitas yang bagus baik dari segi pengetahuan, kemampuan dan moral para anggotanya. SDM yang berkualitas itu selain mampu, cakap dan terampil juga diperlukan kemauan dan kesungguhan mereka untuk belajar efektif dan efisien. Kemauan dan kesungguhan SDM tersebut harus didukung dengan moral kerja dan kedisiplinan dalam mewujudkan koperasi sukses. Koperasi sukses membutuhkan SDM yang dapat membuat manajemen koperasi jauh lebih terkendali. Di dalam manajemen koperasi, SDM yang berkualitas itu berperan penting dalam meningkatkan kinerja koperasi menjadi lebih maksimal.

Tugas 3 Ekonomi Koperasi

Tentang Koperasi

     Koperasi merupakan organisasi kerakyatan yang bersifat sosial. Koperasi didirikan oleh orang atau badan. Koperasi dibentuk atas usaha bersama dan berdasarkan pada asas kekeluargaan. Salah satu peran penting koperasi yaitu menggerakkan perekonomian masyarakat.

       Koperasi juga memiliki peran penting lainnya yaitu berkontribusi dalam pembangunan nasional. Dalam rangka berkontribusi dalam pembangunan nasional itu, diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Kerjasama yang baik dapat menciptakan koperasi yang sukses baik di Indonesia maupun di Internasional.

Wednesday, January 21, 2015

Tugas 2 Ekonomi Koperasi

EKONOMI

    Istilah ekonomi(S) merupakan(P) istilah yang baru (O). Istilah ini(S)  terus berkembang seiring perkembangan zaman(K). Istilah ini (S) berasal (P) dari Yunani(K). Perkembangan ilmu ekonomi(S) dimulai pada abad ke 18(K). Definisi ekonomi(S) adalah(P) ilmu sosial yang mempelajari aktivitas yang berhubungan dengan produksi, konsumsi, dan distribusi(O). Adam Smith(S) adalah bapak ilmu ekonomi(O).