Friday, January 23, 2015

Tugas 7 Ekonomi Koperasi

Perkembangan Koperasi di Indonesia


Perkembangan koperasi di Indonesia dimulai sejak tahun 1896 (Ahmed 1964, h. 57) selanjutnya berkembang dari waktu ke waktu sampai sekarang. Perkembangan koperasi di Indonesia mengalami pasang naik dan turun dengan titik berat lingkup kegiatan usaha secara menyeluruh yang berbeda-beda. Pertumbuhan koperasi pertama di Indonesia menekankan pada kegiatan simpan-pinjam (Soedjono 1983, h.7). Perkembangan koperasi dari berbagai jenis kegiatan usaha tersebut selanjutnya menuju kepada suatu bentuk koperasi yang memiliki beberapa jenis kegiatan usaha. 

Perkembangan selanjutnya oleh Boedi Oetomo tahun 1908, menganjurkan berdirinya koperasi adalah untuk keperluan rumah tangga. Demikian pula Serikat Islam yang didirikan tahun 1911 juga mengembangkan koperasi yang bergerak di bidang kebutuhan sehari-hari,  dengan cara membuka toko-toko koperasi. Perkembangan yang pesat dibidang koperasi di Indonesia yang menyatu dengan kekuatan sosial dan politik menimbulkan kecurigaan Pemerintah Hindia Belanda.  

DR. J.H. Boeke yang dahulu sebagai “Komisi Koperasi” tahun 1920 ditunjuk sebagai Kepala Jawatan Koperasi yang pertama. Pada akhir tahun 1930 didirikan Jawatan KoperasiSelanjutnya pada tahun 1933 diterbitkan Peraturan Perkoperasian dalam bentuk Gouvernmentsbesluit nomor 21 yang dimuat di dalam Staatsblad nomor 108/1933 yang menggantikan Koninklijke Besluit nomor 431 tahun 191(Djojohadikoesoemo, 1940, h 10)Peraturan Perkoperasian 1933 ini diperuntukkan bagi orang-orang Eropa dan golongan Timur Asing. Dengan demikian di Indonesia pada waktu itu berlaku 2 Peraturan Perkoperasian, peraturan tersebut yaitu Peraturan Perkoperasian tahun 1927 yang diperuntukan bagi golongan Bumi Putera dan Peraturan Perkoperasian tahun 1933 yang berlaku bagi golongan Eropa dan Timur Asing.

Daftar Pustaka

Baswir, Revrisond. 1997. Koperasi Indonesia. Yogyakarta : BPFE
Yutis Thoby. 1994. Pengembangan Koperasi Kumpulan Karangan. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana


Tugas 6 Ekonomi Koperasi

Sisa Hasil Usaha (SHU) Koperasi

Definisi sisa hasil usaha (SHU) adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dari satu tahun buku, dikurangi biaya-biaya, penyusutan, dan kewajiban lainnya termasuk pajak dalam satu tahun buku. Sisa hasil usaha itu dibagikan kepada setiap anggota sesuai partisipasi modal dan transaksi anggota tersebut. Semakin besar modal dan transaksi anggota koperasi, maka akan semakin besar SHU yang akan diterima.
Menurut Undang-undang No. 25/1992 pasal 5 ayat 1 "Pembagian SHU kepada anggota dilakukan tidak semata-mata berdasarkan modal yang dimiliki seseorang dalam koperasi, tetapi juga berdasarkan perimbangan jasa usaha anggota terhadap koperasi. Ketentuan ini merupakan perwujudan kekeluargaan dan keadilan". Atas kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa pemilik modal yang besar belum tentu mendapatkan SHU yang besar, melainkan dilihat juga dari transaksi dan jasa usahanya, sehingga asas koperasi dapat diwujudkan.
Dalam prinsip-prinsip pembagian SHU disebutkan bahwa, sisa hasil usaha yang diterima oleh anggota berasal dari dua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh anggota itu sendiri. Kegiata ekonomi tersebut adalah jasa modal dan jasa usaha. Jasa modal adalah pembagian SHU dari sisi anggota sebagai investor atau pemilik modal, sedangkan jasa usaha adalah pembagian SHU dari sisi anggota sebagai pelanggan ata pemakai dana.
Daftar Pustaka 
Hendrojogi. 1998. Koperasi Asas-asas Teori dan Praktek. Jakarta : Raja Grafindo Perkasa

Thursday, January 22, 2015

Tugas 5 Ekonomi Koperasi

Rapat Anggota Koperasi


    Rapat Anggota merupakan syarat bagi badan usaha koperasi. Pelaksanaan Rapat Anggota diatur oleh ketetapan UU Koperasi No 25/1992. Rapat Anggota ini sudah menjadi rutinitas setiap tahun. Rapat anggota ini dihadiri oleh anggota koperasi. Untuk menyatakan pendapat,  anggota menyampaikan lewat tulisan sebagaimana tercantum dalam berita acara, tetapi terbuka jika ada yang ingin bertanya secara lisan.
    Rapat Anggota Tahunan biasanya membahas Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus dan Pengawas. Karena dalam forum itu pengurus harus mempertanggung jawabkan hasil kerjanya selama satu tahun. Biasanya pengurus menjelaskan tentang pengelolaan koperasinya, sedangkan pengawas menyampaikan temuan atau saran dan masukan atas kegiatan koperasi tersebut. Rapat anggota juga membahas rencana kerja dan anggaran (RAPB).

Tugas 4 Ekonomi Koperasi

Koperasi Sukses

Kesuksesan koperasi itu dapat diraih dengan menjalankan prinsip-prinsip dan tujuan umum koperasi. Sebuah koperasi dikatakan sukses jika mampu mensejahterakan anggotanya. Untuk kesejahteraan itu, koperasi harus dapat melengkapi kebutuhan anggota mereka. Kebutuhan anggota itu seperti meminjam dana untuk usaha, membeli kebutuhan pokok dengan harga yang murah dan mampu memberikan sisa hasil usaha dari keikutsertaan anggota. Jika koperasi dapat melakukan hal-hal tersebut maka koperasi memiliki peluang yang lebih besar untuk mencapai sukses.

Koperasi sukses dapat meningkatkan SDM dengan kualitas yang bagus baik dari segi pengetahuan, kemampuan dan moral para anggotanya. SDM yang berkualitas itu selain mampu, cakap dan terampil juga diperlukan kemauan dan kesungguhan mereka untuk belajar efektif dan efisien. Kemauan dan kesungguhan SDM tersebut harus didukung dengan moral kerja dan kedisiplinan dalam mewujudkan koperasi sukses. Koperasi sukses membutuhkan SDM yang dapat membuat manajemen koperasi jauh lebih terkendali. Di dalam manajemen koperasi, SDM yang berkualitas itu berperan penting dalam meningkatkan kinerja koperasi menjadi lebih maksimal.

Tugas 3 Ekonomi Koperasi

Tentang Koperasi

     Koperasi merupakan organisasi kerakyatan yang bersifat sosial. Koperasi didirikan oleh orang atau badan. Koperasi dibentuk atas usaha bersama dan berdasarkan pada asas kekeluargaan. Salah satu peran penting koperasi yaitu menggerakkan perekonomian masyarakat.

       Koperasi juga memiliki peran penting lainnya yaitu berkontribusi dalam pembangunan nasional. Dalam rangka berkontribusi dalam pembangunan nasional itu, diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan masyarakat. Kerjasama yang baik dapat menciptakan koperasi yang sukses baik di Indonesia maupun di Internasional.

Wednesday, January 21, 2015

Tugas 2 Ekonomi Koperasi

EKONOMI

    Istilah ekonomi(S) merupakan(P) istilah yang baru (O). Istilah ini(S)  terus berkembang seiring perkembangan zaman(K). Istilah ini (S) berasal (P) dari Yunani(K). Perkembangan ilmu ekonomi(S) dimulai pada abad ke 18(K). Definisi ekonomi(S) adalah(P) ilmu sosial yang mempelajari aktivitas yang berhubungan dengan produksi, konsumsi, dan distribusi(O). Adam Smith(S) adalah bapak ilmu ekonomi(O).

Tugas 1 Ekonomi Koperasi

  Perkenalan

     Nama saya(S) Saskia Fellisca(P). Saya(S) mahasiswi(P) Universitas Gunadarama(O) program kelas karyawan(K). Selain sebagai mahasiswi saya(S) berkerja(P) di PT. Berkah Manis Makmur sebagai kasir(K). Hobi saya(S) memasak dan olahraga(P). Saya(S) berusaha sebaik mungkin(P) menjalankan(O) rutinitas kerja dan kuliah(K).